POTENSI PANGAN LOKAL SEBAGAI SNACK BAR MPASI BALITA: SYSTEMATIC REVIEW
INDONESIA
DOI:
https://doi.org/10.53416/stmj.v3i1.119Abstract
Asupan gizi yang tidak terpenuhi akan menyebabkan stunting pada anak. Selain Air susu ibu (ASI) dan makanan utama, salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menambah asupan pada balita adalah memberikan makanan tambahan berupa snack. Kebutuhan balita yang tercukupi dapat mencegah terjadinya stunting. Salah satu makanan tambahan yang dapat diberikan pada balita yaitu snack bar. Jurnal ini akan menjelaskan produk – produk makanan tambahan MPASI dalam bentuk snack bar untuk mengatasi stunting pada balita. Snack bar dapat dibuat dari berbagai macam bahan pangan lokal antara lain kacang kedelai, pisang raja nangka, tepung beras, kacang merah, ubi jalar, biji nangka, kacang tunggak, tepung ikan patin, tepung ikan teri, tepung jagung, ubi kuning dan lain sebagainya. Kandungan gizi dari snack bar tersebut memiliki kandungan energi (126,935 g), karbohidrat (71,75 g) dan protein (19,928 g) yang tinggi. Kandungan gizi inovasi snack bar dari pangan lokal tersebut berpotensi memenuhi kebutuhan gizi hariannya balita sebagai makanan selingan balita.
References
Andriani, W. O. R. A., & Ansharullah, A. N. (2018). Karateristik organoleptik dan nilai gizi snack bar berbasis tepung beras merah (Oryza nivara) dan tepung jagung (Zea mays L.) sebagai makanan selingan tinggi serat. Jurnal Sains dan Teknologi Pangan (JSTP), 3(6), 1448-1459.
Mardiyah, U., Jamil, S. N. A., Muqsith, A., & Rodiyah, S. (2022). Analisis Sensori dan Nilai Gizi Snack Bar Substitusi Tepung Ikan Teri (Stolephorus sp.) Sebagai Alternatif Makanan Selingan. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 13(2), 155-161.
Mawarno, B.A.S. & Putri, A.S., (2022). Karakteristik Fisikokimia dan Sensoris Snack Bar Tinggi Protein Bebas Gluten dengan Variasi Tepung Beras, Tepung Kedelai dan Tepung Tempe. AgriHealth: Journal of Agri-food, Nutrition and Public Health. 3(1), 47-54.
Rahardjo, L.J., Bahar, A., & Adi, A. C., 2019. Pengaruh Kombinasi Kacang Kedelai (Glycine Max) dan Kacang Tunggak (Vigna Unguiculata (L) Walp.) yang Diperkaya Biji Nangka (Artocarpus Heterophyllus) Terhadap Daya Terima dan Kadar Protein Snack Bar. Amerta Nutr, 71-77
Sari, O. N. F., Devi, M., & Issutarti, I. (2018). Pengaruh Rasio Tepung Pisang Raja Nangka (Musa paradica) dan Tepung Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L.) terhadap Sifat Kimia dan Organoleptik Snack Bar. Teknologi dan Kejuruan: Jurnal Teknologi, Kejuruan, dan Pengajarannya, 41(2), 154-163.
Selistio, D., Nurhamidah, N., & Ilham, D. (2020). Makanan Tambahan untuk Balita dari Variasi Kacang Kedelai (Glycinemax (L) Merril) dan Kacang Merah (Vigna Angularis). Sainstek: Jurnal Sains dan Teknologi, 12(1), 29-35.
Syarafina, N., Angkasa, D., Fadhilla, R., & Swamilaksita, P. D. (2022). Pemanfaatan Tepung Tulang Ikan Patin dengan Penambahan Kacang Tunggak sebagai Sumber Kalsium pada Pembuatan Snack Bar. Jurnal Pangan dan Gizi, 12(2), 1-13.
Tresnani, R. A., Razak, M., & Suwita, I. K. (2017). Substitusi Tepung Komposit Ubi Jalar Kuning (Ipomea Batatas L.) dan Kecambah Kedelai (Glycine Max Merr) pada Pembuatan Snack Bar Forvita bagi Balita Gizi Buruk Fase Rehabilitasi terhadap Mutu Kimia, Nilai Energi, Mutu Protein, Mutu Fisik dan Mutu Organoleptik. Jurnal Ilmiah-Vidya, 25(1), 86-95.
Ummah, R., Probosari, E., Anjani, G., & Afifah, D. N. (2020). Komposisi proksimat, kandungan kalsium dan karakteristik organoleptik snack bar pisang raja dan kacang kedelai sebagai alternatif makanan selingan balita. Warta Industri Hasil Pertanian, 37(2), 162-170.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Science Technology and Management Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






